Sat. Mar 6th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

LAVA PIJAR GUNUNG MERAPI KEMBALI BERGUGURAN, WARGA DIUNGSIKAN

2 min read

Aktivitas Gunung Merapi meningkat, warga Babadan 1 Desa Paten Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kembali diungsikan, Selasa (5/1/2021). (Dok. Jarrakposjateng/fri)

MAGELANG. Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar pukul 19.50 WIB, Senin (4/1/2021). Peristiwa tersebut terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan Dukun, Kabupaten Magelang.

Akibat peristiwa tersebut, ratusan warga Dusun Babadan 1 Desa Paten Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kembali mengungsi, Selasa (5/1/2021) siang. Pantauan Jarrakposjateng di lapangan, proses evakuasi diutamakan bagi warga rentan, para lansia, anak-anak dan ibu hamil.

Warga yang dievakuasi tersebut ialah masyarakat dari daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3. Sementara proses evakuasi melibatkan personel TNI Kodim 0705/Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, Polri, dan relawan.

Sebelumnya warga sudah diberikan sosialisasi dan pengarahan dari petugas. Setelah berada di titik kumpul, warga diangkut menggunakan puluhan kendaraan menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Kantor Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Iring-iringan kendaraan pengungsi itu terdiri dari truk Kodim 0705/Magelang, ambulans, dan mobil relawan. Proses evakuasi berjalan lancar, dan tidak terjadi kepanikan warga saat mereka harus kembali ke lokasi pengungsian. Dalam proses penyelamatan tersebut hadir langsung Danramil 15/Dukun Kapten Kav Winarto dan Camat Dukun Amin Sudrajat.

Menurut Amin Sudrajat, sebelumnya, warga sempat mengungsi di Banyurojo. Namun karena merasa jenuh mereka kemudian diperbolehkan pulang menengok rumahnya. Sehingga pada 14 Desember 2020 warga kembali ke kampung halamannya dari pengungsian.

“Sesuai rekomendasi BPPTKG dalam status Siaga Merapi potensi bahaya berada di radius lima kilometer. Wilayah Kecamatan Dukun ada tiga desa yang terdiri dari sembilan dusun yang harus diungsikan,” papar Amin.

Sementara itu, di lokasi titik kumpul Dusun Babadan 1 Desa Paten, Danramil Dukun Kapten Kav Winarto mengatakan, pihak Kodim 0705/Magelang mendukung kelancaran proses evakuasi.

“Sesuai petunjuk pimpinan, Kodim 0705/Magelang mendukung tiga kendaraan untuk proses evakuasi ini,” ujarnya.

Dilansir dari informasi BPPTKG Yogyakarta, Kepala BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi, Hanik Humaida menyatakan pada tanggal 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram, dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik.

“Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan,” paparnya.

Lava pijar kembali berguguran dari puncak Gunung Merapi, Selasa (5/1/2021) pukul 19.12 WIB. (Dok. Jarrakposjateng/fri)

Berkaitan dengan hal tersebut, Hanik menyimpulkan bahwa lava pijar telah muncul di dasar Lava 1997. Sinar yang teramati sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi merupakan indikasi awal akan munculnya api diam dan lava pijar.

Hanik mengapresiasi bantuan dari para pihak yang telah berbagi informasi terkait aktivitas Gunung Merapi.

“Informasi ini sangat berguna bagi pemantauan aktivitas Gunung Merapi saat ini,” ujarnya.

Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.

Hanik menyampaikan, terkait dengan kejadian ini, pihak BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi. Di mana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Sampai berita ini diturunkan, pada Selasa (5/1/2021) pukul 19.12 WIB, lava pijar kembali berguguran dari puncak Gunung Merapi. Peristiwa ini tampak jelas dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan Dukun, Kabupaten Magelang. (Fri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *