Fri. Feb 26th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

LAPORAN SITUASI TERKAIT TANGGAP DARURAT GUNUNG MERAPI KABUPATEN MAGELANG

6 min read

Magelang.Jarrakposjateng.com.Update Jumat,20 November 2020 Pukul 18.00 WIB.Berdasarkan data hasil pemantauan Gunung Merapi oleh BPPTKG, aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk.

Oleh karena itu, pada tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB, tingkat aktivitas Merapi dinaikkan dari WASPADA (Level II) ke SIAGA (Level III).

Prakiraan daerah bahaya oleh BPPTKG di Kabupaten Magelang Sebagai Berikut :
Kecamatan Dukun terletak di :
1. *Desa Paten*
– Dusun Babadan 1
– Dusun Babadan 2

2. *Desa Krinjing*
– Dusun Trono
– Dusun Pugeran
– Dusun Trayem

3. *Desa Ngargomulyo*
– Dusun Batur Ngisor
– Dusun Gemer
– Dusun Ngandong
– Dusun Karanganyar

Penetapan Status Tanggap Darurat dari hasil Pemantauan dan Rekomendasi dari BPPTKG Pemerintah Kabupaten Magelang memberlakukan Status Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi Sehingga Kelompok Rentan di Ungsikan ke Desa Saudara (Desa Penyangga)antara lain:

1. Desa Paten di Desa Banyurojo dan Desa Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan.
2. Desa Krinjing di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan.
3. Desa Ngargomulyo di Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan yang terbagi di 4 titik Pengungsian.
4. Desa Keningar di Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid terbagi di 2 titik Pengungsian.

Sedangkan rincian jumlah pengungsi yang ada dari:
1. *Desa Paten*
– Dusun Babadan 1 *(286 Jiwa)* di Gedung TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.
– *Dusun Babadan 2 *(190 Jiwa)* di Gedung TEA Desa mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.
*_Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 476 Jiwa_*

2. *Desa Krinjing*
– Dusun Trono *(23 Jiwa)* Di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan
– Dusun Pugeran *(42 Jiwa)* Di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan
– Dusun Trayem *(53 Jiwa)* Di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan
*_Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 118 Jiwa_*

3. *Desa Ngargomulyo*
– *Dusun Batur Ngisor *(20 Jiwa)* di Gedung NU Dsn. Ketaron, Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan
– Dusun Gemer *(33 Jiwa)* di Gedung Futsal Dsn. Tejowarno Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan
– Dusun Ngandong *(34 Jiwa)* Gedung PPP Dsn. Sidoharjo Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan
– Dusun Karanganyar *(27 Jiwa)* PAY Muhammadiyah Dsn. Nglawisan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan
_*Jumlah pengungsi dari Desa Ngargomulyo sebanyak 114 Jiwa*_

4. *Desa Keningar*
– Dusun Banaran dan Dusun Gondangrejo (53 jiwa) di Gedung sekolah SDN 1 Ngrajek
– Dusun Banaran, (57 Jiwa) di Rumah Bapak Kades
_*Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 110Jiwa*_

_**NB Desa Keningar diluar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi 2020 maka Pemerintah Desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian_

Jumlah total pengungsi dari semua desa sampai dengan Jumat, 20 November 2020 pukul 18.00 WIB terdapat 818 Jiwa di 9 titik pengungsian dan di Dusun Banaran ada pengurangan 1 orang pengungsi.

Kegiatan Penanganan yang dilakukan dari :
*Sektor Dapur Umum*
1. Menyiapkan kebutuhan personil dan peralatan dapur umum disetiap barak
2. Menyiapkan permakanan bagi pengungsi dan petugas
3. Melaporkan perkembangan kebutuhan permakanan pengungsi

*Sektor Logistik & Peralatan*
1. Mengatur penyimpanan peralatan dan penyaluran kebutuhan peralatan tim
2. Pendataan keluar masuk barang logistik dari bantuan donatur maupun pengadaan
3. Pendistribusian logistik pangan dan non pangan serta peralatan untuk kebutuhan pengungsian

• *Sektor Kesehatan*
1. Mendirikan pos layanan kesehatan yang meliputi cek kesehatan berkala dimasing-masing barak
2. Memberikan layanan Cek dan tracing Covid-19 bagi pengungsi
3. Memberikan layanan tindakan medis khusus bagi Pengungsi rentan
4. Pelaksanaan kegiatan trauma healing untuk para pengungsi

• *Sektor Evakuasi & Transportasi*
1. Menyediakan jalur peta evakuasi
2. Penyiapan dan memastikan titik kumpul Evakuasi
3. Membuka jalur evakuasi, perbaikan rambu yang rusak dan penerangan serta mengamankan jalur evakuasi
4. Melakukan pendataan dan melakukan evakuasi kelompok rentan

• *Sektor Barak Pengungsian*
1. Memastikan Jumlah/kapasitas barak disesuaikan dengan jumlah pengungsi dengan konstruksi barak ramah kelompok rentan (lansia, difabel, anak dan lainnya) dengan memperhatikan protocol Covid-19
2. Pendataan penduduk di barak sesuai dengan wilayah tempat tinggalnya.
3. Menyediakan barak tambahan dengan desa penyangga
4. Menyediakan sarana dan prasarana air bersih

• *Sektor Komunikasi dan Informasi*
1. Memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat dan para pihak terkait tentang Meerapi dan perkembangannya
2. Menyampaikan laporan kepada Kepala Daerah secara periodik
3. Mengatur hubungan komunikasi internal (antar sektor) dan eksternal

Resume Laporan Kegiatan Lapangan antara lain
*Pukul 04.00 WIB* : Sektor Dapur Umum mempersiapkan peralatan dan kebutuhan untuk sarapan pagi pengungsi
*Pukul 05.00 WIB* : Giat pungut sampah di TEA Banyurojo
*Pukul 09.00 WIB* : Kegiatan belajar dan bermain bagi anak TK,SD dan SMP oleh guru dan pengajar dari Kartika III Panca Arga di TEA Banyurojo
*Pukul 10.00 WIB* : Kunjungan kepala BNPB ke TEA Deyangan
*Pukul 11.24 WIB* : Trauma Healing di TEA Mertoyudan
*Pukul 15.38 WIB* : Penyemprotan disinfektan di TEA Deyangan oleh Satpol PP & PK
*Pukul 16.10 WIB* : Apel sore relawan Dusun Tangkil Ngargomulyo di TEA Tamanagung

Laporan Aktivitas Gunung Merapi menurut Pengamatan sampai dengan tanggal 20-11-2020 06:00-12:00 WIB antara lain

*METEOROLOGI*
Cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 20-26 °C, kelembaban udara 62-75 %, dan tekanan udara 626-687 mmHg.

*VISUAL*
● Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.
● Terdengar suara guguran 1 kali ( lemah ) dari Pos Babadan.

*KEGEMPAAN*
■ Guguran
(Jumlah : 14, Amplitudo : 4-35 mm, Durasi : 17.1-27.9 detik)
■ Hembusan
(Jumlah : 20, Amplitudo : 2-8 mm, Durasi : 9.8-17.7 detik)
■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 94, Amplitudo : 3-27 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, Durasi : 6.1-11 detik)
■ Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 13, Amplitudo : 40-75 mm, Durasi : 13-35.8 detik)

Kesimpulan untuk Tingkat Aktivitas G. Merapi Level III (Siaga).

Laporan Aktivitas Gunung Merapi tanggal 6 —12 November 2020 antara lain

• Volume kubah lava per 3 November 2020 sebesar 200.000 m³.
• Intensitas kegempaan lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.
• Deformasi Merapi yg dipantau dengan EDM menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 10 cm/hari dari reflektor RB1 dan RB2.
• Terdapat peningkatan aktivitas vulkanik G. Merapi, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat aktivitas “SIAGA”.
• Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awanpanas sejauh maksimal 5 km.

Hasil Pengamatan Tanggal 13-19 November 2020
Secara Visual:
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 200 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 16 November 2020 jam 07.45 WIB.Guguran teramatidari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan dengan jarak luncur maksimal sejauh 2 km di sektor barat ke arah hulu Kali Lamat pada tanggal 14 November pukul 06.15 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 19 November terhadap tanggal 11 November 2020 menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah, yaitu runtuhnya sebagian kubah lava 2018. Sedangkan berdasarkan analisis foto drone tanggal 16 November 2020, teramati adanya perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama, terutama Lava1997 (Selatan), Lava1998, Lava1888 (Barat) dan Lava1954 (Utara), selain itu belum teramati kubah lava baru. Adapun perhitungan Volume kubah lava berdasarkan foto drone tersebut sebesar 200.000 m3. Lampiran 1a-b memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles3 dan foto drone pada periode ini.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat262 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 1.939 kali gempa Fase Banyak (MP), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 441 kali gempa Guguran (RF), 352 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.041,388m hingga 4.042,227m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.856,099 m hingga 3.856,899 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,06 m.Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 9 cm/hari. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 64 mm/jam selama 60 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 13 November 2020. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Terdapat peningkatanaktivitas vulkanik G. Merapi, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat aktivitas “SIAGA”.
2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awanpanas sejauh maksimal 5 km.

Rekomendasi
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “SIAGA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
● Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan G. Merapi yang bisa terjadi setiap saat.
● Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
● Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak G. Merapi.
● Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
● Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
● Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Berita : Eddy.S ( Ketum BPBD)
Editor : Kurnia
Pewarta : Bagus

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *