Sat. Jan 23rd, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

The Legen Of Ponjen Purbalingga

3 min read

Purbalingga jarakposjateng – Kali ini tim sorot nuswantoro menuju satu wilayah di kecamatan karang anyar kabupaten purbalingga yaitu sebuah desa yang terletak di bawah lereng gunung slamet sebelah timur (bukit serayu wetan) yaitu desa ponjen.

Tim sorot nuswantoro menuju ke rumah pak kades ponjen untuk meminta ijin dan restu sekaligus menggali informasi tentang desa Ponjen. Sore itu tim kami sampai di kediamanya pak kades dan alhamdulilah tim kami di sambut sangat baik oleh pak kades. Sambil ngopi dan ngobrol santai sembari canda tawa Pak kades memberikan kami banyak informasi dan keterangan tentang sejarah dan tempat tempat menarik di desa ponjen. Romiadi kades ponjen menuturkan, “desa ponjen merupakan desa tua yang memiliki khasanah budaya, di desa kami ada situs dan peninggalan benda cagar budaya seperti batu kenteng (yoni), situs tipar, batu petapaan, candi wurung ,petilasan syeh jambu karang dan banyak lagi yang lainya”.

Jalur Candi WurungRomiadi menambahkan, “ponjen sendiri memiliki arti dan makna dengan berbagai kesimpulan yang berbeda beda ada yang menyimpulkan bahwa ponjen adalah empon empon jendral, empon sajen dan juga ada yang mengartikan bahwa ponjen adalah simpanan”.ungkapnya

Di sana kami menemukan banyak hal yang menarik dan penuh dengan misteri. Esoknya kami bersama tim mulai melakukan ekspedisi pencarian dan napak tilas sejarah, pertama kali yang kami datangi adalah di batu kenteng (yoni).

Foto : Batu Kenteng (Yoni)

Berdasarkan ilmu yang kami pelajari bahwa yoni merupakan sebuah benda tak sebatas sebuah simbolisasi, namun mengandung pesan kehidupan yang sangat luas dan sangat erat berkaitan pada masa jaman kerajaan hindu.

Saat kami sedang melakukan peliputan Kami di dampingi warga sekitar dan mengundang simpatik masyarakat di sekitan batu kenteng dan kami wawancarai salah satu warga untuk kami mintai keterangan tentang keberadaan batu kenteng tersebut. Supriyadi warga dukuh kenteng menuturkan, “sebelum saya lahir batu ini sudah berada di sini mitosnya barang siapa yang merangkul benda tersebut dan dapat menggapai tangan kanan dan kiri akan mendapatkankan kemukten (rejeki yang besar)”.

Foto : Petilasan Syeh Jambu Karang

Supriyadi menambahkan, “dulu batu tersebut pernah di bongkar oleh warga dan di buang, namun ajaibnya batu tersebut kembali ke tempat semula sehingga masyarakat saat ini tidak berani untuk membongkarnya karna menganggap bahwa batu tersebut memiliki kekuatan magis”. Ungkapnya

Setelah dari batu kenteng kami menuju ke situs tipar yaitu sebuah situs yang di kenal sebagai perbengkelan batu pada masa neolitikum dan situs tipar sudah di kenal oleh para peneliti dan arkeolog dari beberapa perguruan tinggi yang pernah meneliti, tim kami bukan dalam rangka penelitian namun kami dalam rangka napak tilas sejarah terkait dengan informasi yang kami dapatkan yaitu tentang Raden Banyak Segung dan kuda sembrani.

Beredar cerita rakyat yang sangat seru tentang desa ponjen adalah penampakan dari kuda sembrani yang sering muncul setiap malam jumat kliwon . Rasa penasaran itu mendorong kami untuk menuju situs tipar, melalui proses perjalanan yang cukup terjal dan sangat melelahkan ahirnya tim kami sampai juga di situs tipar.

Di sana kami mencari informasi melalui meditasi alhamdullilah tim kami berhasil mendapatkan informasi. Kang Imam menuturkan, “saya bertemu dengan penampakan kuda sembrani dan seorang nenek tua yang menghampiri saya dan memberikan keterangan bahwa di situs tipar ini tidak boleh sembrana karna tempat ini menjadi tempat musyawarah para pembesar”.

Kang imam menambahkan, “ada hal yang tidak boleh untuk di ekspos secara umum karna untuk menjaga tempat tersebut”. Ungkapnya

Setelah dari situs tipar kami langsung menuju kerumah salah satu kesepuhan di desa ponjen untuk menggali lebih dalam lagi tentang situs tipar. Di rumah mbah achmad halimi kami silaturahmi ngobrol santai dan sambil ngopi sembari menghilangkan rasa lelah. Dalam diskusinya mbah achmad halimi menuturkan, “di tempat tersebut merupakan tempat musyawarah pada masanya syeh jambu karang, di tempat itu juga di kenal dengan tempatnya Raden Banyak Segung dan Kuda sembrani yang muncul stiap malam jumat kliwon”.

Blosur : Jejak Misteri

Mbah achmad menambahkan, “banyak masyarakat yg melihat kuda sembrani itu muncul, orang orang seumuran saya yang asli ponjen pasti tahu dan pernah melihatnya”.ungkapnya

Dalam obrolan kami siang itu mbah achmad juga memberikan informasi kepada tim kami bahwa di dukuh kepyar terdapat sebuah padepokan yang dahulunya merupakan milik syeh jambu karang, lokasinya satu jalur dengan candi wurung, kami langsung menghampiri tempat tersebut bersama tim untuk mengetahui keberadaanya.

Kami melihat ada tumpukan batu yang kono batu tersebut adalah makom/petilasanya syeh jambu karang, mbah ahmad juga memberikan keterangan terkait candi wurung bahwa candi wurung juga berkaitan dengan syeh jambu karang.ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *