BeritaDaerah

Wabah Pondemik Virus Corona Lapas Kendal bebaskan 60 Napi Terkait Permen Menkumham

Kendal, Jarrakposjateng.com | Lapas Kelas II A Kendal membebaskan 60 Napi kasus tindak pidana umum, untuk mencegah penularan virus covid-19 di dalam Lapas. Sebanyak 11 narapidana sudah kantongi surat pembebasan bersyarat dari Kemenkumham di Lembaga Pemsyarakatan (LP) Kelas IIA Kendal, sudah menjalani asimilasi di rumah dengan pengawasan ketat.

Mulai Rabu kemarin, 11 tahanan sudah kita bebaskan untuk jalani asimilasi rumah. Mereka tidak boleh ke mana-mana dan harus tetap di rumah dan dalam pengawasan. 49 narapidana lainya juga diusulkan bebas bersyarat. Berkasnya masih kita proses secara online. Sehingga total ada 60 tahanan yang jalani asimilasi rumah ini, kata Kepala Lapas Kelas IIA Kendal Samsul Hidayat, Kamis (02/04/2020).

Samsul Hidayat mengatakan, narapidana yang menjalani asimilasi rumah itu dari kasus pidana umum yang masuk dalam layanan pembebasan bersyarat dan bukan dari kasus pidana umum narkotik, teroris, koruptor, ilegal loging dan trans kejahatan internasional. Kriteria layanan pembebasan bersayarat  yaitu telah menjalani paling sedikit 2/3 dari masa pidana terhitung sejak tanggal 31 desember 2020, berkelakuan baik selama menjalani masa pidana, kemudian telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun dan bersemangat dan masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan narapidana.

Ada surat pernyataan dari narapidana tidak akan melakukan perbuatan melanggar hukum. Surat jaminan kesanggupan dari pihak keluarga sebagai pendamping yang diketahui oleh Lurah atau Kepala Desa atau nama lain yang menyatakan narapidana tidak akan melarikan diri dan atau melakukan perbuatan melanggar hukum dan bersedia membimbing dan mengawasi narapidana selama mengikuti program pembebasan bersyarat, ungkapnya.

Samsul Hidayat menyatakan, pembebasan narapidana untuk menjalani asimilasi rumah dilakukan secara bertahap dari dalam Lapas.  Hal itu untuk menghindari kerumunan massa dan penyebaran covid 19. Pihak lapas Kendal menargetkan hingga Sabtu, mendatang 60 narapidana yang sudah memenuhi kriteria semua sudah menjalani asimilasi rumah dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Melalui program asimilasi rumah bagi napi ini, kami juga akan menata kembali blok-blok penghuni didalam lapas untuk menerapkan sosial distancing didalam lapas. Bagi napi yang tengah jalani asimilasi dan melakukan pelanggaran hukum akan dicabut asimilasinya dan ditindak tegas dan mendapatkan penambahan hukuman, terangnya.

Salah satu narapida Eko Suwarno yang mendapatkan pembebasan mengaku senang dengan kebijakan tersebut, karena dapat kembali berkumpul keluarga lebih cepat.

Senang bisa lebih cepat kumpul dengan keluarga. Tentu akan patuhi apa yang jadi ketentuan dari program asimilasi rumah ini, katanya.

Editor: GR

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close