Sat. Jan 16th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Pengadilan Negeri (PN) Banyumas menggelar sidang perkara kejahatan menghilangkan nyawa dengan terdakwa Nur Santi

1 min read

Jarrakposjateng.com, | Banyumas, Warga Desa Watuagung Kecamatan Tambak itu didakwa dengan Pasal 341 KUHPidana.
Nur Santi yang takut akan diketahui melahirkan anak, dengan sengaja menghilangkan nyawa bayinya tidak lama kemudian. Dalam sidang agenda pemeriksaan saksi, Ahmad Faozi, ayah kandung korban, menuturkan tidak curiga dengan kondisi fisik terdakwa.

Sebab, terdakwa beraktivitas seperti biasa. Saksi menyebut yang terlihat pada diri terdakwa hanya menjadi gemuk.
Pada sidang terbuka untuk umum itu, saksi menerangkan terdakwa tidak pernah menceritakan tengah berbadan dua. Sehingga, saksi tidak mengetahuinya, hingga akhirnya mendapati terdakwa dalam kondisi berlumuran darah.
“Saat di rumah sakit, Santi mengatakan tidak pernah hamil dan melahirkan. Padahal hasil pemeriksaan telah melahirkan. Setelah dibujuk Budhenya, Santi mengaku bayi disimpan di lemari,” terang Faozi di depan Majelis Hakim, Selasa (10/3) kemarin.Terdakwa selama ini tinggal bersama dengan neneknya. Karena Faozi merantau dan baru pulang 2019 lalu. Sehingga tidak dapat memantau pergaulan terdakwa secara langsung.
Hingga sidang berlangsung, saksi mengatakan belum pernah bertemu dengan pacar terdakwa, Budi Laksono. Terdakwa berkenalan di Jakarta saat bekerja, dan tak pernah menceritakan sejauh mana hubungannya itu.Sementara itu, Sugi, pakde terdakwa, menceritakan dia yang mengambil bayi malang itu dari dalam lemari. Bayi berjenis kelamin perempuan itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Hakim Ketua Abdullah Mahrus di akhir persidangan membacakan hasil otopsi. Di antaranya bayi didapatkan pernah bernapas, pada bayi ditemukan memar pada wajah, utamanya bagian mulut dan hidung. Selain itu, juga didapatkan tanda-tanda mati lemas.

Editor: Effendi | GR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *