Wed. Dec 2nd, 2020

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Bamsoet Harap Pemerintah Arab Saudi Kaji Penghentian Sementara Kunjungan Jamaah Umrah Indonesia

3 min read
Editor: Huta | Grafis: Effendi | GR

JAKARTA , Jarrakposjateng.com, – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melalui Liga Muslim Dunia dan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, meminta persetujuan pemerintah Arab Saudi untuk meminta kembali penghentian sementara kunjungan jamaah Indonesia melakukan ibadah umrah. Terlebih, hingga saat ini Indonesia masih bersih dari Corona (Covid-19).

“Berbeda dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Singapura, India, Pakistan, dan lainnya yang terkait penghentian sementara umrah lantaran di negaranya telah ditemukan banyak warga yang terlibat virus Covid-19, di Indonesia yang masih bersih. jamaah Indonesia, yang setiap tahunnya tak kurang dari 1 juta jamaah yang melakukan ibadah umrah, “ujar Bamsoet saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al Alam Al Islami), HE Mr. Sheikh Mohammed bin Abdulkarim Al Issa, di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (27/2/20).

Turut hadir dari jajaran Liga Muslim Dunia antara lain Wakil Sekretaris Jenderal untuk Hubungan Internasional Bpk. Mohammed Saeed Almajdoui, Penasihat Umum untuk Sekretaris Jenderal Bp. Osamah Jibran Alqahtani, Direktur Kantor Liga Muslim Dunia di Jakarta Fahad Mohammed Alharbi. Hadir pula Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia HE Mr. Essam bin Abed Al-Thaqafi. Sementara Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi sebagai Wakil Ketua MPR RI, antara lain Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan dan Hidayat Nur Wahid (F-PKS).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini juga membahas mengenai perlambatan sosial yang terjadi di India akibat pemberlakuan Undang-Undang Kewarganegaraan (Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan) yang baru saja disahkan di India pada Desember 2019. Kerusuhan yang telah dikunjungi 24 orang dilihat dan 200 orang luka-luka ini terjadi lantaran melalui UU tersebut, pemerintah India akan memberikan kewarganegaraan kepada imigran dari tiga negara tetangganya, yaitu Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Namun kebijakan ini tidak berlaku untuk imigran yang beragama islam.

“Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap India yang merupakan sahabat baik Indonesia sejak zaman awal Proklamasi Kemerdekaan Tahun 1945, kita memecahkan pembuatan undang-undang yang merupakan hak kedaulatan suatu negara. Namun bilamana ada yang menentang pemeluk agama yang bisa berperang, bukan hanya di negara yang diinginkan Lebih baik bisa melebar ke berbagai penduduk muslim di negara lain, sudah menjadi kewajaran jika Indonesia turut diingatkan. Karena sahabat yang baik, adalah sahabat yang mau berbagi pandangan, saling mengingatkan dan saling menguatkan, “jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengundang Liga Muslim Dunia sebagai salah satu organisasi islam non-pemerintahan terbesar dunia, untuk bersama Indonesia mempromosikan Islam yang moderat. Dengan jumlah pemeluk agama Islam mencapai 209,12 juta jiwa (87,17 persen dari total penduduk 239,89 juta jiwa), Islam di Indonesia selalu menampilkan wajah yang tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran).

“Memang kita tidak menutup mata atas ada tindakan ekstrimis dan radikal yang mengatasnamakan Islam di berbagai belahan dunia. Namun itu menunjukkan satu persen pun kualitas 1,8 miliar dunia muslim. Namun demikian, kita tak boleh anggap sepele. MPR RI bersama Liga Muslim Dunia akan terus mendorong dialog dan mendorong dunia Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin, dengan Indonesia sebagai contohnya, “tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI ini juga menyambut gembira dukungan Liga Muslim Dunia menentang rencana pembentukan Majelis Syuro Sedunia yang digagas MPR RI, sebagai wadah berhimpun dan bertukar pikiran tentang lembaga negara yang memiliki tugas dan bantuan sebagai pembuat dan pemutus konstitusi (undang-undang dasar) di masing-masing -masing negaranya. Kehadiran Majelis Syuro Sedunia punya tujuan mulia agar para pembuat konstitusi di berbagai negara tak kesulitan dalam pembuatan aturan yang diskriminatif dan intoleransi yang bisa memancing kerusuhan sosial dan ketidakharmonisan.

“Tak hanya Liga Muslim Dunia, pihak lain juga sudah mendukungnya. Antara lain Raja Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, Ketua Parlemen Arab Saudi Tuan Abdullah Bin Muhammad Al Ash-Sheikh, dan Ketua Parlemen Maroko Tuan Hakim Benchamach. Selain untuk mendukung kerjasama di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya, menghadiri Majelis Syuro Parlemen Dunia yang digagas MPR RI juga akan turut serta mewujudkan dunia yang lebih toleran, adil, dan beradab, “pungkas Bamsoet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *