Uncategorized

Istri seorang Dukun Mengalami Klainan Sex Minta Threesome Di bumiayu Brebes Sekap Gadis 16 Tahun Dirumah Kosong

Penulis Effendi | Editor Huta

BREBES, Jarrak PosJateng – , Pasangan suami istri, Sarkum (51) dan Puroh (29), pelaku penyekapan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Brebes, Jawa Tengah, diduga alami kelainan seksual.

Seperti diketahui, kedua pelaku menyekap IT selama 10 hari di sebuah rumah kosong dan dipaksa melakukan threesome.

Polisi menjelaskan, pelaku diduga tertarik berhubungan badan dengan anak di bawah umur.

“Istrinya (Puroh) ingin threesome dengan alasan untuk lebih bergairah,” kata Kapolsek Bumiayu, Polres Brebes, AKP Adiel Aristo, Sementara itu, Adiel menambahkan, kasus tersebut berawal pada hari Kamis (6/2/2020) pukul 12.00 WIB, saat IT diajak oleh Puroh, tetangganya untuk membantu suami pelaku.

IT saat itu diajak menuju sebuah rumah di Dukuh Karanganyar Desa Bumiayu RT 6 RW 7.

Namun, korban tidak diberitahu bantuan apa yang dibutuhkan. Korban selanjutnya diiming-imingi sejumlah uang.

“Dengan dijanjikan Rp 5 juta, korban diajak ke sebuah rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban,” terang Adiel.

Korban pun tak curiga, IT menuruti kemauan pasangan suami istri tersebut untuk masuk dalam rumah.

“Tersangka kemudian melancarkan aksi kejinya kepada korban,” kata Adiel.

Setelah itu, kedua tersangka meminta korban dan keluarganya agar tidak melapor ke polisi.

“Korban diancam akan disantet jika melaporkan kejadian ini. Tersangka menunjukan jenglot, salah satu media untuk menyantet orang,” kata Adiel.

Setelah disekap sejak Kamis (6/2/2020), korban baru bisa melarikan diri dari rumah kosong tersebut dan langsung melaporkan kepada orangtua pada Minggu (16/2/2020) sekira 05.30 WIB.

Keluarga akhirnya melaporkan kedua tersangka ke Polsek Bumiayu, Senin (17/2/2020).

Sementara itu, saat penangkapan, polisi juga menyita boneka jenglot yang diduga sebagai alat praktik dukun.

“Kami mengimbau kepada seluruh orangtua kita untuk lebih mengawasi anak-anaknya terhadap pengaruh lingkungan dan teman bermainnya,” ujar Kapolsek.

Saat ini kedua tersangka terancam Pasal 81 UU RI No. Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan paling lama 15 tahun penjara.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close