BeritaDaerahKriminal

DEBT COLLECTOR SERANG SI PEREKAM , SI PEREKAM MASUK PENJARA

Penulis: Effendi | Editor: Huta

PEKALONGAN, – Jarrakposjateng

Kendatai MahkamahAgung (MA) melarang penarikan motor di jalan oleh debt collector, namun nyatanya penarikan cara-cara premanisme masih saja terjadi.

Di Pekalongan, penarikan macam itu terjadi. Kawanan debt collector menarik motor yang dikemudikan seseorang di jalan.

Akibatnya pemilik kendaraan itu berteriak-teriak minta tolong, sehingga menarik perhatian para warga, termasuk Andi.

Saksi mata yang duduk di warung itu langsung merekam kejadian perampasan debt collector lewat handphonenya.

“Mungkin, karena melihat, mereka meminta rekaman tersebut,” ujar Andi yang dihampiri debt collector tersebut.

Tiba-tiba, tanpa ba bi bu, Andi dikeroyok mereka. Dipukuli hingga dicekik oleh debt collector.”Spontan saja saya mengambil gelas di meja makan, saya pukul kepalanya terlepas,” jelas Andi

Ternyata, kasusnya tidak selesai di situ. Kawanan debt collector itu melapor ke Polsek Selatan Kuripan. Kawanan itu minta ganti pengobatan yang nilainya mencapai Rp 50 juta.

Karena tidak punya duit, Andi yang juga anggota inteligen Lembaga Inteligen Indonesia ( LAI) dijebloskan ke penjara. “Saya bingung jadinya. Saya dikeroyok, dianiaya mereka dan membela diri, kok di penjara,” tuturnya.

Sementara debt collector sampai tulisan ini diturunkan melenggang bebas. Padahal tindakan mereka melanggar keputusan MA.

“Kok akhirnya saya yang tidak punya motif, kecuali membela diri karena dikeroyok,” tuturnya. Dia juga mempertanyakan biaya pengobatan sebesar Rp 50 juta.

Andi berharap agar memperoleh keadilan dari penegak hukum, karena kegiatannya merekam debt collector yang melanggar menjadi pesakitan.

“Mereka menyerang, memukul dan mencekik saya, kok dibiarkan saja,” jelasnya menggelengkan-gelengkan kepala, menyusul kasusnya sempat dimediasi oleh polisi.

“Inilah kalau kamu tidak membayar lawan Rp 50 juta,” jelas oknum polisi yang mencoba melakukan mediasi itu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close