by

OC Kaligis Gugat Jaksa Agung Untuk Meminta Kasus Novel Baswedan Dibuka Lagi

JARRAKPOSJATENG.com – Advokat OC Kaligis menggugat Jaksa Agung. Terpidana korupsi itu meminta Jaksa Agung kembali membuka kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Novel Baswedan dijerat terkait kasus dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet pada tahun 2004. Ketika itu, Novel masih menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu.

Akan tetapi, kasus itu sendiri muncul pada tahun 2012. Saat itu, Novel sedang menangani kasus korupsi proyek simulator SIM. Penetapan tersangka Novel diduga masih ada kaitannya dengan kasus yang menjerat mantan Kakorlantas Djoko Susilo itu.

Proses hukum terhadap Novel Baswedan terus bergulir bahkan hingga ke Kejaksaan Negeri Bengkulu.

OC Kaligis mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 6 November 2019.

Ada dua pihak yang dia gugat ialah Jaksa Agung, dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. Saat ini, Jaksa Agung dijabat oleh ST Burhanuddin.

Menurut OC, kedua tergugat itu melakukan perbuatan melawan hukum, karena tidak melaksanakan putusan praperadilan.

“Memerintahkan Para Tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu,” kata  petitum OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu (6/11).

Berikut ialah petitum gugatan OC Kaligis:

1. Mengabulkan gugatan yang diajukan oleh Penggugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan Para Tergugat telah melakukan Perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan isi putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu No. 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 31 Maret 2016
3. Memerintahkan Para Tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu
4. Memerintahkan kepada Tergugat II untuk menyerahkan berkas perkara No. 3/Pid.B/2016/PN.Bgl atas nama Terdakwa Novel Baswedan bin Salim Baswedan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu
5. Menghukum Para Tergugat untuk membayar ganti kerugian kepada Penggugat secara tanggung renteng sebagai berikut:
Kerugian Materiil
Bahwa sebagai akibat dari Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh Para Tergugat, maka Penggugat mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Kerugian Immateriil
Selain kerugian materiil yang dialami oleh Penggugat, akibat perbuatan yang dilakukan oleh Para Tergugat tersebut, Penggugat juga telah dirugikan, baik waktu tenaga dan pikiran yang semuanya tidak dapat diukur dengan uang.
Akan tetapi dalam perkara a quo untuk memberikan kepastian hukum atas perbuatan Para Tergugat maka Penggugat menuntut ganti rugi immaterial sebesar Rp 1.000.000,-(Sepuluh Juta Rupiah).
6. Memerintahkan agar putusan ini dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada verzet atau banding (uit voerbaar bij voorraad).
Jarrakposjateng.com/Umam
Editor : Uta

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed